Minggu, 25 April 2021

Rabun Dekat atau Hypermetropia


 Rabun Dekat atau Hypermetropia 


Kecenderungan khalayak umum berpandangan bilamana ukuran kacamata/lensa kontak +( baca plus) merupakan identifikasi bahwa hanya terjadi pada orang-orang lanjut usia. Minimnya informasi dan penyebaran pengetahuan baik di kalangan praktisi kepada para pasien atau antar pasien sendiri telah membuat cara berpikir bila ukuran + sama dengan orang tua. Pada pelajaran di sekolah mengenai fisika optik, kita akan menemui sub pokok bahasan mengenai mata rabun dekat atau hypermetropia. Penjelasan secara umum adalah sebuah kondisi dimana sinar yang masuk ke mata sejajar sumbu utama tidak jatuh tepat di retina melainkan dibelakang retina. Bagaimana penjelasan secara ilmiah sesuai kesepakatan yang telah disepakati di kalangan praktisi kesehatan mata.
Hypermetropia atau hyperopia adalah sebuah keadaan dimana bentuk bola mata lebih pendek dari normal atau lensa mata yang tidak cukup bulat, sehingga akan mengakibatkan kesulitan dalam upaya pemfokusan obyek yang berada pada jarak dekat. Pada kasus tertentu dapat mengakibatkan ketidakmampuan mata dalam mengidentifikasi obyek pada jarak jauh juga. Ketika obyek mendekat ke arah mata, maka indera penglihatan perlu berupaya untuk menambahkan kekuatannya dalam menjaga agar obyek dapt diproyeksi oleh retina. Jika kekuatan yang dihasilkan oleh bagian mata seperti kornea dan lensa kurang atau bahkan tidak mencukupi, maka bayangan obyek yang terproyeksi oleh retina akan nampak kabur.
Keadaan ini juga tergolong dalam klasifikasi kelainan refraksi (kelainan kemampuan pembiasan) yang menjadi bagian penanganan kesehatan mata. Penyandang kelainan refraksi hypermetropia sering mengalami penglihatan yang kabur, mata lelah, kesulitan(disfungsi) akomodasi, Kesulitan binokuler ( penglihatan dengan 2 mata ), mata malas ( baca amblyopia ) dan strabismus atau mata juling. Sebagaimana diterangkan di atas, rabun dekat sulit dibedakan dengan presbyopia ( =mata tua ) menurut asumsi khalayak umum. Meski keduanya juga memiliki keluhan yang sama, yaitu mengalami kesulitan dalam melihat obyek berjarak dekat. Faktanya, presbyopia adalah keadaan dapat melihat obyek jauh ( pada umumnya ) tetapi mengalami kesulitan melihat dekat dikarenakan amplitudo akomodasi menurun. Situasi ini dipicu oleh perubahan alami berkaitan dengan usia seseorang pada media lensa mata. Di samping itu, para ahli sepakat bahwa keadaa presbyopia umumnya dimulai saat seseorang berusia 40 tahun. Walau tidak sedikit kasus presbyopia terjadi lebih cepat/lambat berkisar antara 1-5 tahun sebelum atau sesudah usia 40 tahun tersebut. Selain itu, penyandang rabun dekat dapat juga mengalami presbyopia bila ia sudah menginjak usia yang tersebut di atas.
Penyebab hyperopia biasanya genetis , sebagaimana kondisi bola mata yang agak pendek dan atau kornea agak datar. Namun ini juga dapat terjadi pada orang-orang pasca operasi katarak( baca kekeruhan lensa mata ) di usia dini. Secara garis besar, mereka mengalami kendala saat melihat obyek pada jarak dekat. Kisaran dekat sendiri masih dapa t diperdebatkan, namun kebanyakan para ahli menyetujui antara 30 cm- 70cm.
Klasifikasi hyperopia secara klinis terbagi atas 3 hal,yakni :
1. Hyperopia Simple
2. Hyperopia Patologi
3. Hyperopia fungsional
Penjelasan mengenai ketiga hal tersebut akan kami sajikan pada artikel berikutnya. Beberapa literatur juga mengelompokkan hypermetropia atas beberapa hal seperti hypermetropia manifest, absolut, laten, dll. Dalam mengenali dan menyimpulkan rabun dekat, praktisi akan melakukan tes tajam (=kemampuan ) penglihatan. Setiap praktisi memiliki cara dan metode yang mungkin saja berbeda. Penulis akan coba kupas masalah ini pada artikel selanjutnya.
Kebanyakan praktisi akan menyarankan para penyandang kelainan refraksi untuk menggunakan kacamata atau lensa kontak dengan ukuran plus. Khusus Lensa kontak dengan ukuran plus amat jarang ditemui. Bahkan untuk merk tertentu harus dipesan lebih dari 1 minggu yang dikarenakan proses pembuatan tidak dilakukan di indonesia. Lensa plus berfungsi untuk mendekatkan proyeksi obyek agar tepat jatuh di retina.Kemajuan teknologi juga menawarkan operasi laser ( baca LASIK ) sebagai salah satu penanganan rabun dekat.
Jangan berasumsi mata berukuran plus milik para lanjut usia. Mari kita benahi dan memperdalam pengetahuan, serta cara penyampaian informasi. Agar suatu hari kelak, kesalahpahaman ini dapat di minimalisir. Sehingga tatanan kesadaran kesehatan mata terbentuk secara madani. Bukan hanya praktisi yang memperoleh manfaatnya, tetapi juga anak-cucu kita. Moga artikel ini bermanfaat bagi anda semua.

Lensa Kontak Orthokeratologi

Orthokeratologi / Ortho-K merupakan suatau prosedur pemakain lensa kontak yang bertujuan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan kelainan refraksi dengan cara mengubah bentuk kornea mata.
Metode ini sudah diperkenalkan sejak tahun 1960-an dan terus mengalami perkembangan sampai saat ini, hanya saja di Indonesia metode ini jarang diterapkan, sehingga wajar kalau kita juga jarang atau bahkan belum pernah mendengarnya.
Ooo..jadi metode ini menggunkan lensa kontak to?? Pasti muncul banyak pertanyaan di benak rekan-rekan misalnya indikasi dan kontra indikasinya? Lensa kontak seperti apakah yang di gunakan dalam metode ini?? Bagaimana fittingnya?? Bagaimana cara kerjanya …dsb…dsb..
Nah, mari kita lihat satu
online pharmacy cialis
persatu jawaban akan pertanyaan-pertanyaan tersebut.
1. Indikasi dan Kontra indikasi
  • Indikasi                                                                                                                              Metode ini sangat cocok diterapkan pada mereka yang memiliki myopia rendah sampai sedang yaitu -1.00 s.d -6.00D, astigmat rendah kurang dari -2.00D dan cocok juga untuk anak-anak serta remaja dimana metode ini berfungsi sebagai Myopia control.
  • Kontra Indikasi
Orang dengan infeksi dan inflamasi pada segmen anterior mata. Mereka yang memiliki penyakit mata yang dapat mempengaruhi kornea, konjungtiva dan kelopak mata. Mereka yang memiliki mata kering. Mereka yang memiliki corneal hypoesthesia / penurunan sensitivitas kornea.
2. Cara Kerja Lensa Kontak Orthokeratologi
Desain lensa orthokeratologi dikenal dengan nama ”reverse geometri / reverse zone” dimana fitting lensanya adalah flat pada bagian sentralnya. Fitting ini bertujuan untuk menghasilkan tekanan pada sentral kornea sehingga dapat membentuk kembali atau meredistribusi lapisan kornea. Lensa kontak tersebut akan menghasilkan perubahan pada kelengkungan kornea bagian anterior. Perubahan ini terjadi karena adanya penipisan pada epitel sentral kornea dan penebalan pada storma midpheriper. Ini akan menghasilkan pengurangan pada sagital kornea dan terjadilah pengurangan pada power myopia-nya. Pada orthokeratologi tidak terjadi perubahan kelengkungan kornea posterior. Besarnya lapisan kornea yang mengalami perubahan dapat dihitung dengann menggunakan formula Munnerlyn’s seperti berikut:
S = td² X D/3
Dimana:
S          : perubahan sagita kornea (micron)
td²        : diameter zona treatment (mm)
D         : perubahan refraksi yang diinginkan.
3.  Jenis Lensa Kontak Dalam Orthokeratologi
Lensa kontak Orthokeratologi memiliki dua jenis yaitu Daywear Orthokeratologi dan Nightwear Orthokeratologi. Berikut penjelasannya
a. Daywear Orthokeratologi
Lensa kontak ini dipakai pertama kali saat metode ini baru diperkenalkan.
Pemakaiannya sama seperti lensa kontak pada umumnya yaitu pada siang hari, hanya saja desain lensanya yang berbeda yaitu spheris, aspheris dan reverse geometri komplek.
  • Keuntungan Daywear Orthokeratologi
-         Nyaman dan mudah dalam penggunaan
-         Cocok untuk mereka yang menginginkan perbaikan tajam penglihatan     tanpa koreksi hanya untuk beberapa jam saja misalnya saat berolahraga atau saat melakukan kegiatan sehari-hari pada malam hari
-         Tingkat keamanan tinggi
  • Kerugian Daywear Orthokeratologi
-         penurunan kelainan refraksi lebih lama dibandingkan dengan yang nightwear orthokeratologi
-         hasilnya tidak seefektif nightwear, karena lensa ini hanya memberikan perbaikan tajam penglihatan tanpa koreksi pada penderita myopia dibawah -2.00D
-         Jika pada saat pemakaian sering terjadi desentrasi maka pasien akan mengalami flare atau ghosting
-         Kesulitan sentrasi lensa yang mempengaruhi kecepatan penurunan refraksi
b.    Nightwear  Orthokeratologi
Desain lensa yang digunakan adalah reverse geomatri. Lensa kontaknya dipakai pada malam hari yaitu pada saat tidur.
  • Keuntungan Nightwear Orthokeratologi
-         Pasien dapat menggunakan matanya seharian tanpa koreksi lensa kontak atau kacamata.
-         Lensa hanya digunakan pada malam hari terutama saat tidur sehingga tidak terpengaruh oleh kondisi lingkungan seperti debu, angin, sinar matahari dan udara kering.
-         Proses penurunan kelainan refraksinya cepat dan aman.
-         Terapi ini mudah dilakukan dengan hasil yang lebih efektif dan efisien dibandingakn dengan lensa daywear.
-         Dapat dipakai pada anak-anak dengan tingkat komplikasi rendah.
  • Kerugian Nightwear Orthokeratologi
-         Pada beberapa kasus bentuk kornea, struktur kelopak mata dan kebiasaan tidur menyebabkan sentrasi lensa kurang baik. Ini akan menimbulkan flare atau ghosting saat lensa dilepas.
-         Lensa dapat menempel pada kornea karena desain lensanya dibuat tidak bergerak sehingga akan menimbulkan kesulitan saat akan melepas lensa kontak keesokan harinya.
-         Nightwear mempunyai sistem semi-statik (bentuk tidak bergerak sehingga memerlukan bahan dengan Dk tinggi tidak boleh kurang dari 60.
4. Bahan Lensa Kontak Orthokeratologi
Pada saat metode ini pertama kali diperkenalkan bahan yang digunakan adalah:
  • PMMA (polymethilmetaacrylate) dengan spesifikasi sebagai berikut:
-         dapat dimodifikasi dan dipoles
-         pemeliharaannya mudah tidak perlu direndam dalam larutan
-         kaku/ keras
-         daya pembasahan kurang
-         mengandung 0.5% air ketika dibahasi
-         Dk hampir 0
-         sudut kontak 60°-70°
-         menyebabkan spectacle blur
-         menyebabkan polymegatism (perubahan pada sel endotel kornea)
-         menyebabkan hypoxia
Karena banyak menimbulkan komplikasi maka kemudian bahan ini diganti dengan bahan lain.
  • RGP (rigid gas permeable)
Bahan RGP yang digunakan dalam orthokeratologi memilik Dk yang tinggi untuk menghindari komplikasi pada mata pemakai. Bahan RGP yang memiliki Dk yang tinggi seperti:
1. Flour Siloxane Acrylate (FSA) dengan karekteristi sbb:
-         Dknya tinggi sekitar 400-100
-         Daya tahan terhadap deposit tinggi
-         Mudah tergores
2. Perflouroether merupakan gabungan dari flouanne, oksigen, karbon,   hydrogen dengan karakteristi sbb:
-         Dk lebih dari 90
-         Dapat digunakan untuk extended wear
-         Sangat lentur
-         Muatan ion pada permukaannya netral
-         Indeks bias rendah
-         Biaya pembuatan tinggi
-         Lensa lentur sehingga mengurangi daya koreksi

Desain Lensa Kontak Orthokeratologi

Lensa kontak orthokeratologi memiliki desain yang dikenal dengan “reverse geometri / reverse zone”. Desain ini dikembangkan pada tahun 1980-an oleh Dr. Richard Wlodyga dan dibuat oleh Mr. Nick Stoyan. Pada saat ini banyak sekali pabrik lensa kontak yang membuat lensa kontak orthokeratologi dengan desain dan merk yang berbeda-beda tetapi pada dasarnya semuanya adalah variasi dari desain “reverse geometri”.

Disini saya akan menulis desain lensa kontak orthokeratologi secara umum, tidak menggunakan desain dari merk tertentu.
Desain lensa kontak orthokeratologi tidak sama dengan desain lensa kontak RGP pada umumnya yaitu multicurve dimana steep pada bagian sentral dan semakin flat mendekati peripher.
Desain lensa kontak orthokeratologi dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
Desain Lensa Reverse Geometry
Dari gambar tersebut dapat dilihat desain lensa kontak orthokeratologi terdiri dari
  1. a. dan 2. a. Base curve/ apical zone
1. b. dan 2. b. Reverse curve
  1. c. dan 2. c. Peripher curve
Lensa reverse geometri dibuat dengan kedua curve (reverse curve dan alignment curve) lebih steep dari pada base curvenya, dengan tujuan :
  1. untuk menunjukan ruang gerak kornea bila pusat kornea sudah menjadi flat.
  2. untuk membantu sentrasi lensa
  3. untuk membantu sirkulasi air mata
Berikut penjelasan masing-masing bagian dari desain lensa kontak orthokeratologi
1. Base Curve
Daerah base curve diharapkan dapat menimbulkan perubahan pada kornea yaitu membuat kornea menjadi lebih flat dari sebelumnya, karena base curve ini merupakan daerah yang bersentuhan langsung dengan sentral kornea. Oleh karena itu base curve harus dapat menahan pertumbuhan kornea yang akan berakibat semakin tingginya power myopia. Biasanya radius base curve lebih flat dari pada flat K hasil keratometry kornea pasien, dengan nilai 0.50D- 0.75D lebih besar dari perubahan refraksi yang diinginkan. Misalnya pasien dengan kelainan refraksi myopia -3.00D base curve yang dipilih adalah 3.50D – 3.75D flatter than K, hasil power lensa akan menjadi +0.50D – +0.75D ( untuk penghitungan yang lebih mendetail dan lebih jelas akan dibahas sesion berikutnya yah… di Fitting Lensa Kontak Orthokeratologi..)
Untuk diameter base curve lensa kontak orthokeratologi berbeda-beda antara merk yang satu dengan yang lain tetapi biasanya diameter yang digunakan adalah 6.0mm.
2. Reverse Curve
Reverse curve mempunyai dua fungsi penting, pertama bagian ini merupakan penghubung antara base curve dan alignment curve tanpa mengganggu fungsi dari base curve. Fungsi kedua yaitu melalui reverse curve ini epitel pusat kornea dibentuk kembali. Reverse curve mempunyai ukuran dan kedalam yang berbeda-beda antara merk yang satu dengan yang lain tetapi yang terpenting adalah reverse curve harus lebih steep dari base curve.
3. Alignment Curve
Bagian ini merupakan bagian yang menghubungkan antara Reverse Curve dan Peripher Curve. Alignment curve berfungsi menahan lensa agar tetap di sentral kornea selain itu bagian ini juga berfungsi untuk mengontrol pergerakan dan posisi lensa. Perubahan pada bagian ini meskipun kecil akan berpengaruruh besar terhadap sentrasi lensa yang dapat mempengaruhi hasil dari terapi orthokeratologi.
4. Peripher Curve
Peripher curve pada lensa reverse geometri dibuat dengan tujuan yang sama seperti pada desain lensa RGP standar yaitu untuk membantu sirkulasi air mata. Peripher curve ini biasanya memiliki lebar 0.4mm dengan radius kira-kira 10.00mm s.d 12.00mm.
Tetapi
generic cialis
ada desain lensa orthokeratologi yang sedikit berbeda dengan desain reverse geometri. Lensa ini dibuat oleh Paragon Vision Sciences dimana reverse curvenya di sebut return zone dengan bentuk sigmoidal. Lebar return zone-nya tetap tetapi kedalaman sigmoidalnya yang berbeda-beda sesuai dengan perubahan fitting lensa. Sedangkan alignment zone nya disebut landing zone yang dipasang menyentuh midperipher kornea dan berfungsi untuk membantu sentrasi lensa. Metodenya biasanya dikenal dengan nama Corneal Refraktive Therapy.
Nah..rekan-rekan sekian dulu yah penjelasan mengenai desain lensa kontak orthokeratologi. Jika rekan-rekan ada informasi tambahan silahkan yah..monggo di share ilmunya biar kita sama-sama pinternya..heheheh..
Sumber :www.clspectrum.com dan www.paragoncrt.com
http://optikonline.info/2010/08/27/desain-lensa-kontak-orthokeratologi.html

 

Jumat, 27 November 2020

ARCC

 Chip yang membantu orang buta untuk melihat



Ada istilah yang mengatakan bahwa mata adalah jendela dunia, dengan mata kita mampu melihat keindahan dunia, dengan mata kita mampu melihat segala hal yang terjadi didunia, lalu bagaimana dengan teman – teman kita yang mengalami gangguan dengan penglihatan mereka??? Apakah hilang juga harapan mereka menikmati keindahan dunia???


Mata kita menjalani serangkaian proses untuk dapat melihat. Proses ini mirip dengan proses yang terjadi dalam sebuah kamera saat digunakan untuk memotret. Gelombang cahaya masuk melewati sejumlah lensa kamera yang kemudian memfokuskan gambar yang kita potret serta memproyeksikannya ke permukaan film. Pada mata kita, yang berfungsi sebagai film adalah retina. Saat mata kita melihat suatu benda, mata kita menerima cahaya yang dipantulkan oleh benda tersebut. Cahaya masuk melalui lensa mata yang memfokuskan gambar dan memproyeksikannya ke retina yang terletak di belakang (Gambar 1). Retina merupakan lapisan sel-sel yang sangat sensitif terhadap cahaya. Bagian retina yang dapat menerima dan meneruskan detil-detil gambar disebut macula. Macula tersusun dari lapisan-lapisan sel yang dapat mengubah energi cahaya menjadi impuls elektrokimia. Informasi ini kemudian dikirim ke syaraf optik yang akan meneruskannya ke otak yang kemudian memprosesnya sehingga dapat mengenali gambar tersebut. Itulah cara kita melihat sesuatu.


Sel-sel yang menyusun retina pada mata kita terdiri dari sel-sel berbentuk batang (rod), kerucut (cone), dan sel-sel ganglia. Total sel yang berbentuk batang dan kerucut bisa mencapai jumlah 125 juta sel. Semuanya berfungsi sebagai sensor cahaya atau photoreceptor. Rasio perbandingan rod dan cone bisa mencapai 18 banding 1 (rod lebih banyak dari cone). Rod merupakan sel-sel yang paling sensitif karena walaupun hanya ada sedikit cahaya (misalnya hanya ada satu partikel foton) sel-sel ini masih tetap dapat mendeteksinya. Sel-sel ini juga dapat memproduksi gambar hitam-putih tanpa memerlukan banyak cahaya. Cone baru berfungsi saat ada cukup cahaya, misalnya saat siang hari atau saat kita sedang menyalakan lampu yang terang di dalam ruangan. Cone berfungsi untuk memberikan kita detil-detil obyek beserta warnanya. Informasi-informasi yang diterima sel-sel rod dan cone ini kemudian dikirimkan ke sel-sel ganglia (ada sekitar satu juta sel) dalam retina. Ganglia inilah yang kemudian mengartikan informasi tersebut dan mengirimkannya ke otak dengan bantuan syaraf optik.


Gangguan penglihatan umumnya disebabkan rusaknya fungsi rod dan cone.Kerusakan ini dapat berakibat buta sebagian sampai buta total. Kerusakan photoreceptor ini (biasanya keturunan) disebut Retinitis Pigmentosa (RP). RP dapat terjadi pada usia dini. Gangguan penglihatan lainnya yang juga sering terjadi adalah menurunnya fungsi macula disebabkan usia tua atau dikenal sebagai Age-related Macular Degeneration (AMD). Photoreceptor yang mengalami degenerasi ini adalah retina bagian luar dan retina bagian dalam pada macula. Setelah diteliti ternyata RD dan AMD sama sekali tidak menyebabkan kerusakan pada ganglia maupun syaraf optik. Yang terserang hanya rod dan cone. Ini berarti bahwa jika kita bisa mengembalikan fungsi rod dan cone (sebagai photoreceptor) para penderita RD dan AMD masih memiliki harapan untuk bisa melihat kembali. Untuk mengembalikan fungsi rod dan cone ini kita memerlukan suatu alat tambahan yang bisa mengambil alih kerja rod dan cone. Ini berarti kita harus mengembangkan rod dan cone sintetik (buatan manusia) yang dapat dimasukkan ke retina sehingga dapat kembali mendeteksi cahaya yang masuk. Jika rod dan cone buatan ini berfungsi dengan baik, sel-sel ganglia yang masih tetap sehat tersebut bisa terus menjalankan fungsinya bersama syaraf optik untuk meneruskan informasi yang didapatkan oleh photoreceptor buatan itu ke otak. Penderita RP dan AMD yang tadinya buta sebagian ataupun buta total bisa mendapatkan penglihatannya kembali. Padahal RP dan AMD merupakan penyebab utama
kebutaan di negara-negara berkembang. Sekitar 30 juta penduduk dunia menderita RP dan AMD. Sampai saat ini belum ditemukan cara untuk menyembuhkan kerusakan sel-sel photoreceptor pada penderita RP dan AMD ini.


Pada tahun 1988 Dr. Mark Humayun berhasil mengejutkan dunia saat ia menunjukkan bahwa seorang yang buta dapat melihat cahaya saat sel-sel ganglia pada retinanya diberi rangsangan listrik. Ini berarti bahwa sel-sel ganglia benar-benar masih sehat dan dapat berfungsi dengan normal walaupun photoreceptor sudah rusak. Jadi walaupun kita masih belum bisa menemukan cara untuk menyembuhkan kerusakan sel-sel tersebut, kita masih dapat memberikan harapan bagi para penderita RP dan AMD untuk dapat melihat lagi dengan bantuan alat buatan yang bisa mengkonversi cahaya menjadi pulsa listrik. Saat ini sudah ada dua macam alat berupa microchip yang sedang dikembangkan. Yang pertama adalah Artificial Silicon Retina (ASR), dan yang kedua adalah Artificial Retina Component Chip (ARCC). ASR merupakan microchip yang bentuknya seperti koin mungil dengan diameter 2 mm. Microchip yang terbuat dari silikon ini lebih tipis dari sehelai rambut manusia. Ukuran mikroskopik ini sangat penting karena chip mungil ini harus bisa diselipkan pada retina tanpa merusak bagian-bagian lain pada mata.


Ada dua syarat lain yang juga sangat penting dan harus dipenuhi chip mungil ini.Yang pertama adalah harus tersedianya sumber tenaga yang kontinu (terus-menerus) supaya chip dapat terus berfungsi dan mengembalikan penglihatan. Pada ASR sumber tenaganya berasal dari cahaya (misalnya cahaya matahari) yang masuk ke mata. Dengan demikian chip ini tidak lagi membutuhkan peralatan tambahan sebagai sumber energinya. Syarat yang kedua, chip ini harus cocok dengan jaringan-jaringan lain yang terdapat di mata (harus bersifat biocompatible) sehingga tidak menyebabkan terjadinya penolakan yang bisa berakibat fatal.Untuk dapat memasang chip ini para dokter bedah mata harus membuat sayatan kecil di lapisan retina bagian luar (Gambar 2) pada daerah macula. ASR kemudian dimasukkan sebagai implant di sayatan tersebut. ASR mengandung sekitar 3.500 sel mikroskopik yang bisa berfungsi seperti rod dan cone.


ARCC merupakan microchip yang juga terbuat dari bahan silikon yang sangat mirip dengan ASR. Luas permukaan chip ini sekitar 2 mm2, dengan ketebalan 0,02 mm. ARCC mengandung sel-sel photoreceptor yang langsung aktif saat ada cahaya yang masuk ke mata. Chip ini dipasang sebagai implant dibagian atas retina (tidak di tengah-tengah lapisan retina seperti ASR). Kedua alternatif microchip ini sama-sama menjanjikan kembalinya penglihatan, setidaknya kemampuan untuk melihat hitam dan putih (bukan detil warna). Chip mana pun yang dipilih oleh penderita yang tadinya sudah hampir kehilangan penglihatannya pasti dapat membantu mengembalikan harapan mereka untuk
kembali melihat dunia.
(Yohanes Surya)

Jumat, 13 Maret 2020

Lampu Lava




Sebuah lampu lava adalah tabung berbentuk dekoratif lampu bohlam yang berisi cairan, berwarna berminyak yang mengalir ke atas dan ke bawah di seluruh ruang lampu dengan cara mengingatkan lava cair. Sebagai naik cairan dan tenggelam dalam ruang lampu berubah bentuk dan pecah menjadi butiran dengan berbagai ukuran, memberikan efek psikedelik dari pola yang selalu berubah. Kredit untuk menciptakan lampu lava diberikan kepada insinyur Inggris Craven Walker yang, pada akhir tahun 1940an, melihat prototipe lampu di sebuah pub di Hampshire, Inggris. Versi awal, menurut legenda Walker, terbuat dari “shaker koktail, kaleng tua dan hal.” Dia membeli fixture yang berisi cairan dan berangkat untuk membuat sendiri. Walker membentuk Perusahaan Crestworth di Dorset, Inggris, dan selama 15 tahun berikutnya mencoba untuk membangun sebuah lampu lava yang lebih baik. Ketika pertama kali dipasarkan dengan nama Astro Lite di toko-toko Inggris di awal 1960-an, itu bukan sebuah kesuksesan. Kemudian, di pameran dagang 1965 Jerman, dua pengusaha Amerika melihat model awal pada layar, dan membeli hak untuk produsen lampu di Amerika Utara. Di Amerika Serikat, mereka mengubah nama dari Astro Lite, untuk Lampu Lava Lite jauh hipper dan mulai operasi manufaktur di Chicago. Dengan munculnya psychedelia dan pop-art kemudian dekade, Walker aneh gimmicky menjadi sebuah trend utama. Pada saat Walker meninggalkan bisnis pada tahun 1990, ia telah menjual lebih dari tujuh juta dari ciptaannya. Hari ini, kapal perusahaan lampu 400.000 setahun ke toko-toko di seluruh dunia. Saat ini, Haggerty Usaha adalah produsen AS hanya Lampu Lava Lite dan mereka mendistribusikannya secara nasional melalui sejumlah outlet untuk ritel dan mail.
Disain
Efek lava ini disebabkan oleh interaksi antara cairan yang digunakan dalam lampu. Cairan ini dipilih berdasarkan kepadatan mereka sehingga satu cenderung nyaris melayang di tangan lainnya. Selain itu, mereka dipilih berdasarkan koefisien ekspansi mereka, sehingga mereka dipanaskan satu cenderung naik atau tenggelam lebih cepat dari yang lain. Ketika panas dari bola lampu menghangatkan cairan lebih berat duduk di bagian bawah, itu akan lebih panas dan, karena kepadatan lebih rendah, naik ke permukaan. Pada saat “lava” mencapai bagian atas lampu, ia mulai menjadi dingin, menjadi lebih padat, dan tenggelam ke bawah. Sebagai sink lava, hal itu akan lebih dekat dengan bola lampu, memanas lagi, dan proses ini diulang berulang-ulang. Oleh karena itu, kunci untuk desain lampu lava sukses adalah pemilihan cairan bercampur yang tepat. Komposisi yang tepat digunakan dalam lampu lava merupakan rahasia berpemilik, tapi secara umum, salah satu cairan berbasis air dan yang lainnya adalah minyak berbasis. Fase air mungkin air yang dicampur dengan alkohol atau yang larut dalam air pelarut. Cairan kedua harus memenuhi sejumlah kriteria desain: itu harus larut dalam air, lebih berat dan lebih kental, tidak reaktif dan tidak mudah terbakar, dan cukup murah. Hal ini juga harus non beracun, unchlorinated, bukan emulsi dalam air, dan harus memiliki koefisien lebih besar dari ekspansi dari air.
Sementara pemilihan fluida tidak berubah dari lampu ke lampu, ada perubahan desain yang harus dipertimbangkan karena lampu yang tersedia dalam berbagai warna, ukuran, dan gaya. Model Century asli, yang masih diproduksi saat ini, adalah model yang paling populer pada 1960-an dan 1970-an. Dasar emas adalah perforasi dengan lubang-lubang kecil yang mensimulasikan cahaya bintang dan 52 oz nya (1,46 kg) dunia penuh dengan lava merah atau putih dan cairan kuning atau biru. Sejumlah variasi menarik di Abad Ini telah diproduksi dalam beberapa tahun terakhir, meskipun tidak semua dari mereka masih dibuat hari ini. Sebagai contoh, Planter enchantress Lava Lite lampu datang dilengkapi dengan dedaunan plastik. Continental Lava lampu Lite yang, adalah, hanya tanpa kabel non-listrik model, fitur lilin untuk menghangatkan lava. Pendamping Lava Lite lampu, menurut 1970 katalog perusahaan, dirancang dengan tampilan yang lebih maskulin “yang sempurna untuk studi atau ruang kerja, jadi tepat untuk suite eksekutif.” Ada juga Lava Mediterania Lite lampu, yang dihiasi dengan besi tempa hitam. Selain itu, Haggerty menawarkan lampu raksasa yang disebut, yang berbagai ukuran sampai dengan 27 dalam (68,6 cm).
Bahan Baku
Seperti disebutkan di atas, bahan aktual yang digunakan di Lampu Lava Lite adalah proprietary tetapi ada beberapa bahan cair, yang dapat dikombinasikan untuk memberikan efek lava.
Cair komponen
Lava-jenis lampu dapat dibuat dengan air yang dicampur dengan isopropil alkohol sebagai salah satu fase dan minyak mineral seperti yang lain. Bahan lain, yang dapat digunakan sebagai bahan fase minyak termasuk alkohol benzil, alkohol cinnamyl, dietil ftalat, dan salisilat etil.
Lain aditif
Aditif lain yang digunakan dalam cairan lampu lava meliputi berbagai minyak dan larut dalam air pewarna. Specific gravity fase air dapat disesuaikan melalui penambahan natrium klorida atau bahan serupa. Selain itu, pelarut hidrofobik dapat ditambahkan pada campuran tersebut untuk membantu lahar menyatu. Terpentin dan pelarut cat serupa dikatakan bekerja dengan baik dalam hal ini. Bahan antibeku juga dapat ditambahkan untuk meningkatkan tingkat di mana lava menghangat.
Wadah
Sebuah silinder kaca bening digunakan untuk rumah cairan dan membentuk tubuh lampu. Bentuk lava klasik lampu adalah jam pasir sekitar 10 di (25,4 cm) tinggi.
Panas sumber
Sebuah lampu pijar biasa digunakan sebagai sumber untuk kedua cahaya dan panas dengan lampu lava. Jenis bola lampu sangat penting untuk memastikan lava tidak atas atau di bawah dipanaskan. Haggerty Usaha daftar jenis bohlam beberapa yang sesuai untuk peralatan mereka, tergantung pada model: 40 watt bohlam buram, 100 watt bola lampu reflektor dengan di dalam es, 7,5 watt bohlam 40 watt lilin jenis. Meskipun tidak menghasilkan di banyak panas, lampu neon digunakan dalam model Pacifica mereka.
Perangkat keras
Item lainnya yang digunakan dalam produksi lampu lava termasuk pelat dasar, yang merupakan tempat komponen listrik, 16-gauge kawat lampu, dan sebuah steker listrik. Seperempat inci (0,635 cm) karet busa tebal dapat digunakan sebagai bahan paking untuk menutup ruangan. Hardware lain-lain, seperti sekrup, juga digunakan. Peralatan opsional, seperti saklar dimmer lampu atau kipas angin kecil, dapat digunakan untuk kontrol suhu.
Manufaktur

Cara Membuat Lampu Lava
Proses pembuatan lampu terdiri dari beberapa langkah, baik otomatis dan manual. Menurut seorang perwakilan dari Haggerty Usaha, perusahaan memiliki kapasitas untuk memproduksi hingga 10.000 lampu per hari pada jalur perakitan mereka.
Kontainer perakitan
* 1 silinder kaca diikat ke fixture lampu keramik, yang membentuk basis. Lampu melekat pada kabel yang sesuai dan bohlam screwed ke tempatnya. Gasket terpaku pada tempatnya untuk melarang kebocoran. Wadah dirakit dan diperiksa untuk memastikan mereka adalah bukti kebocoran.
Peracikan fase cair
* 2 fase cair dicampur dan ditambahkan secara terpisah. Isopropil alkohol digunakan untuk menurunkan berat jenis fase air sehingga minyak mineral mengapung tepat. Dengan mencampur air dan alkohol dengan perbandingan yang benar, minyak mineral dapat dibuat mengambang. Dalam alkohol 90%, minyak mineral akan
Sebuah lampu lava dibuat dengan pencampuran alkohol dan air dan minyak mineral dan pewarna, menggabungkan masing-masing secara terpisah. Dengan mencampur air dan alkohol dengan perbandingan yang benar, minyak mineral dapat dibuat mengambang. Rasio yang benar adalah sekitar enam bagian isopropil alkohol 90% menjadi 13 bagian alkohol isopropil 70%. Pewarna, garam, dll kemudian dicampur ke dalam fase air, dan minyak dan lilin ditambahkan pada cairan yang kedua.
A lava lamp is made by mixing alcohol and water and mineral oil and dyes, combining each separately. By mixing water and alcohol in the correct proportions, the mineral oil can be made to float. The correct ratio is about six parts 90% isopropyl alcohol to 13 parts of 70% isopropyl alcohol. Dyes, salt, etc. are then mixed into the water phase, and the oils and waxes are added to the second liquid.
Sebuah lampu lava dibuat dengan pencampuran alkohol dan air dan minyak mineral dan pewarna, menggabungkan masing-masing secara terpisah. Dengan mencampur air dan alkohol dengan perbandingan yang benar, minyak mineral dapat dibuat mengambang. Rasio yang benar adalah sekitar enam bagian isopropil alkohol 90% menjadi 13 bagian alkohol isopropil 70%. Pewarna, garam, dll kemudian dicampur ke dalam fase air, dan minyak dan lilin ditambahkan pada cairan yang kedua.
tenggelam ke dasar. Penambahan alkohol 70% akan membuat minyak tampaknya lebih ringan sampai sekitar untuk “melompat” dari bagian bawah. Rasio yang benar adalah sekitar enam bagian isopropil alkohol 90% menjadi 13 bagian alkohol isopropil 70%. Pewarna, garam, dll kemudian dicampur ke dalam fase air, dan minyak dan lilin ditambahkan pada cairan yang kedua. Pemanasan Beberapa mungkin diperlukan untuk mencairkan bahan lilin.
FiIling
* 3 Lampu dipindahkan sepanjang garis conveyor dan pertama diisi dengan fase minyak / lilin, kemudian fase air. Sebuah ruang udara kecil dari sekitar 1 di (2,54 cm) yang tersisa di bagian atas untuk memungkinkan perluasan cairan panas. Hal ini penting karena jumlah wilayah udara dapat mempengaruhi ukuran gelembung yang dibentuk oleh lava. Setelah mengisi, silinder ditutup dengan baik topi jenis sekrup atau topi jenis botol, yang berkerut ke tempatnya.
Qucality Kontrol
Selama proses batching dan mengisi, cairan diperiksa untuk memastikan mereka benar diproduksi. Rasio yang tepat dan komposisi dari dua fase cair sangat penting untuk memastikan bahwa efek lava akan tercapai. Rasio yang tidak benar memungkinkan fase minyak dan air untuk campuran bersama-sama, terpisah menjadi gelembung yang terlalu kecil, naik dan turun sebagai salah satu massa terus menerus, atau menjadi dicampur dengan air dan tidak terpisah sama sekali. Sangat penting bahwa semua koneksi listrik yang baik dan segel yang ketat untuk memastikan keamanan dan bahwa tidak ada kebocoran. Paking kesesuaian yang tidak tepat atau segel yang buruk dapat menyebabkan kebocoran cairan. Setelah mengisi, lampu masing-masing diperiksa untuk memastikan bola lampu benar-benar terpusat dan diperketat. Bola dan soket bisa bergerak sedikit selama pengiriman. Jika demikian, pemilik diinstruksikan untuk tekan perlahan soket kembali ke pusat basis. Petunjuk tentang cara mengganti bohlam disediakan di dalam basis soket lampu. Variasi dalam ukuran watt lampu atau dapat menghasilkan aliran lava yang tidak memuaskan dan dapat meningkatkan resiko kebakaran.
Saat baru digunakan, lahar tidak mengalir dengan baik atau mungkin melayang ke puncak dunia. Jika ini terjadi, lampu harus dibiarkan memanas selama empat jam atau lebih untuk memungkinkan bahan lava untuk menjadi benar-benar cair. Agitasi berlebihan lampu dapat menyebabkan cairan untuk berbaur dan menjadi keruh, atau bahkan dapat menyebabkan kerusakan permanen. Lampu tidak harus disimpan di bawah sinar matahari langsung karena dapat menyebabkan warna memudar.
Masa Depan
Mengingat sifat kepemilikan lampu lava, sulit untuk berspekulasi pada perbaikan masa depan dalam proses manufaktur. Namun, menarik untuk dicatat bahwa teknologi komputer telah melahirkan versi sendiri dari lampu-lampu lava lava virtual. Juga dikenal sebagai Javalamp setelah bahasa komputer populer, ini lampu virtual adalah animasi komputer yang meniru penampilan dari item yang nyata.

sumber : http://usahamart.wordpress.com/2012/02/24/membuat-lampu-lava/

Sabtu, 10 Maret 2018

Abu Ali Hasan Ibnu al-Haitham

Biografi
Abu Ali Hasan Ibnu al-Haitham merupakan  salah satu fisikawan paling terkemuka dengan  kontribusi dalam bidang optik dan metode ilmiah. al-Haitham lahir di 965 AD di Bashrah. kalangan cerdik pandai di Barat, dengan nama Alhazen, ia adalah seorang ilmuwan Islam yang ahli dalam bidang sains, falak, matematika, geometri, pengobatan, dan filsafat.
Surat kabar terkemuka di Inggris, The Independent pada edisi 11 Maret 2006 sempat menurunkan sebuah artikel yang sangat menarik bertajuk ”Bagaimana para inventor muslim mengubah dunia.”The Independent" 20 penemuan penting para ilmuwan Muslim menyebut sekitar yang mampu mengubah peradaban umat manusia, salah satunya adalah penciptaan kamera obscura.
*      Perjalanan Al Haitham
Sejak kecil al-Haitham dikenal berotak encer. Ia menempuh pendidikan pertamanya di tanah kelahirannya. Beranjak dewasa ia merintis kariernya sebagai pegawai pemerintah di Basrah. Namun, Al-Haitham lebih tertarik untuk menimba ilmu dari pada menjadi pegawai pemerintah. Setelah itu, ia merantau ke Ahwaz dan metropolis intelektual dunia saat itu yakni kota Baghdad. Di kedua kota itu ia menimba beragam ilmu. Ghirah keilmuannya yang tinggi membawanya terdampar hingga ke Mesir, Al-Haitham pun sempat mengenyam pendidikan di Universitas al-Azhar yang didirikan Kekhalifahan Fatimiyah. Setelah itu, secara otodidak, ia mempelajari hingga menguasai beragam disiplin ilmu seperti ilmu falak, matematika, geometri, pengobatan, fisika, dan filsafat.
Secara serius dia mengkaji dan mempelajari seluk-beluk ilmu optik. Beragam teori tentang ilmu optik telah dilahirkan dan dicetuskannya. Dialah orang pertama yang menulis dan menemukan pelbagai data penting mengenai cahaya. Konon, dia telah menulis tak kurang dari 200 judul buku.


Dalam salah satu kitab yang ditulisnya, Alhazen – begitu dunia Barat menyebutnya – juga menjelaskan tentang ragam cahaya yang muncul saat matahari terbenam. Ia pun mencetuskan teori tentang berbagai macam fenomena fisik seperti bayangan, gerhana, dan juga pelangi
Keberhasilan lainnya yang terbilang fenomenal adalah kemampuannya menggambarkan indra penglihatan manusia secara detail. Tak heran, jika ‘Bapak Optik’ dunia itu mampu memecahkan rekor sebagai orang pertama yang menggambarkan seluruh detil bagian indra pengelihatan manusia. Hebatnya lagi, ia mampu menjelaskan secara ilmiah proses bagaimana manusia bisa melihat. ia telah dianggap sebagai bapak optik modern Terjemahan Latin dari karya utamanya, Kitab-al-Manazir yang diterjemahkan dalam bahasa latin telah memberikan pengaruh besar pada ilmu pengetahuan Barat misalnya Ia banyak pula melakukan penyelidikan mengenai cahaya, dan telah memberikan ilham kepada ahli sains barat seperti Boger, Bacon, dan Kepler dalam menciptakan mikroskop serta teleskop.
*      Teori dan penemuan Al Haitham yang fenomenal
Begitu banyak kontribusi yang diberikan al haitham dalam bidang optik maupun metode ilmiah, baik berupa teori maupun penemuan. Beberapa teori dan temuan yang membuat al haitham dikenal secara meluas baik di dunai timur maupun barat yaitu teorinya mengenai penglihatan, senja, lensa pembesar dll dan temuannya kamera obscura
Ø   Teori Penglihatan
Teori  penglihatan yang diajukan dua ilmuwan Yunani, Ptolemy dan Euclid. Kedua ilmuwan ini menyatakan bahwa manusia bisa melihat karena ada cahaya keluar dari mata yang mengenai objek. Berbeda dengan keduanya, Ibnu Haitham mengoreksi teori ini dengan menyatakan bahwa justru objek yang dilihatlah yang mengeluarkan cahaya yang kemudian ditangkap mata sehingga bisa terlihat. Secara detail, Al-Haitham pun menjelaskan sistem penglihatan mulai dari kinerja syaraf di otak hingga kinerja mata itu sendiri. Ia juga menjelaskan secara detil bagian dan fungsi mata seperti konjungtiva, iris, kornea, lensa, dan menjelaskan peranan masing-masing terhadap penglihatan manusia. Hasil penelitian Al-Haitham itu lalu dikembangkan Ibnu Firnas di Spanyol dengan membuat kaca mata.
Ø   Teori Senja
Dalam buku lainnya yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris berjudul Light On Twilight Phenomena, al-Haitham membahas mengenai senja dan lingkaran cahaya di sekitar bulan dan matahari serta bayang-bayang dan gerhana. Menurut Al-Haitham, cahaya fajar bermula apabila matahari berada di garis 19 derajat ufuk timur. Warna merah pada senja akan hilang apabila matahari berada di garis 19 derajat ufuk barat. Ia pun menghasilkan kedudukan cahaya seperti bias cahaya dan pembalikan cahaya.
Ø   Teori Lensa Pembesar
Al-Haitham juga mencetuskan teori lensa pembesar. Beliau melakukan percobaan terhadap kaca yang dibakar dan dari situ terhasillah teori lensa pembesar. Teori itu digunakan para saintis di Italia untuk menghasilkan kaca pembesar pertama di dunia.
Ø   Prinsip Volume Udara Dan Gaya Gravitasi
Yang lebih menakjubkan adalah Ibnu Haitham telah menemukan prinsip volume udara sebelum seorang ilmuwan yang bernama Trricella mengetahui hal itu 500 tahun kemudian. Ibnu Haitham juga menemukan keberadaan gaya gravitasi sebelum Issaac Newton mengetahuinya.
Ø   Teori Mengenai Jiwa Manusia
Selain itu, teori Ibnu Haitham mengenai jiwa manusia sebagai satu rentetan perasaan yang bersambung-sambung secara teratur telah memberikan ilham kepada ilmuwan barat untuk menghasilkan film. Teori beliau telah membawa kepada penemuan film yang kemudian disambung-sambung dan dimainkan kepada para penonton sebagaimana yang dapat kita tonton saat ini
Ø  Kamera Obscura
Itulah salah satu karya al-Haitham yang paling monumental. Penemuan yang sangat inspiratif itu berhasil dilakukan al-Haithan bersama Kamaluddin al-Farisi. Keduanya berhasil meneliti dan merekam fenomena kamera obscura. Penemuan itu berawal ketika keduanya mempelajari gerhana matahari. Untuk mempelajari fenomena gerhana, Al-Haitham membuat lubang kecil pada dinding yang memungkinkan Citra matahari semi nyata diproyeksikan melalui permukaan datar.

Kamis, 25 April 2013

Mesin Lasik : Mel 80 Carl Zeiss Jerman

Mesin Lasik : Mel 80 Carl Zeiss Jerman


Dunia kedokteran khususnya yang sebidang dengan kita yaitu mata berkembang sangat cepat dan pesat. Indonesia sendiri di tahun 1990 an mungkin baru ada 3 lasik atau sekitar itu lah, namun sekarang sudah menjamur mulai dan dari pulau sumatera dan jawa. Jakarta saja sudah ada 9 lasik center dan akan tambah lagi. Di Sumatera selain Medan juga Palembang kalau gak salah akan di install mesin baru. Bandung juga ada 3 lasik center, Semarang ada 1 lasik center sedang Surabaya ada 2 lasik center. Menyusul kabarnya di wilayah Kalimantan tepatnya di Samarinda juga akan ada 1 lasik center. Ada lagi yang belum di sebut… oh yaaa di Wilayah Kerawang ada juga 1 lasik center.

Pendek kata, walaupun harga mesin lasik nih.. dalam hitungan ‘M’ ternyata para pengusaha dan dokter sangat antusias untuk menerapkan teknologi tersebut.
Untuk saat ini populasi mesin lasik yang banyak adalah mesin Mel 80 dari Carl Zeiss Jerman. Untuk itu saya ingin tulis mesin ini sebagai pertama, disamping saya sendiri setiap saat bisa melihat atau menyentuh dan menekan tombolnya mesin ini dari dekat.
Di dunia optik/lensa, nama Carl Zeiss tentu tak asing lagi, sudah mulai berkibar di era 1800 an.  Dan pada tahun 1980 an sebagai perusahaan peroptikan/lensa yang sangat pioner. Banyak lensa designnya yang di pakai di bidang lain, seperti kamera, Handphone, mikroskop,  alat kedokteran dan sebagainya dan tentunya lensa untuk kacamata dan yang paling canggihnya adalah lensa yang ditempatkan di mesin lasiknya dimana dengan lensa ini laser bisa dikirim – ‘deliver’ untuk bisa menjadi energi yang bisa di pancarkan dan bisa mengoreksi atau menghilangkan kelainan refraksi seperti myopia, hypermetropia dan astigmatism.
Sejarah panjang sampai adanya Mel-80 dan sudah dilepas di pasar pada tahun 2003, sedang di Indonesia ada diakhir tahun 2005 sebagai launching pertamanya di Asia, bahkan di Singapore beberapa center masih menggunakan Mel versi sebelumnya.
Nama Mel dalam Mel 80 itu singkatan dari Meditec Eximer Laser, Meditec adalah nama perusahaan dan Mesin lasik memang menggunakan jenis Excimer Laser – Laser dingin.
Pertama kali Mel dengan seri 50, yaitu Mel 50 dan pertama kali di perkenalkan pada kongres di Roma 1986 dan dipergunakan/didesign untuk RK (Radial Keratotomy)
Kedua Mel 60 sudah dikembangkan dan dan digunakan untuk PRK (PhotoRefractive Keratectomy) ini untuk orang myopia. Sedangkan digunakan untuk LASIK – Laser in situ keratomileusis pada tahun 1990.
Ketiga Mel 70, ini diperkenalkan pada tahun 1997 dengan lengkap dan dengan kontrol laser tembak (flying spot) jadi lebih cepat, karena sekali tembak langsung banyak, menyebar.
CRS MasterDan terakhir (saat ditulis) adalah Mel 80, dimana sudah merupakan teknologi full function. Dengan kecepatan lasernya 250 Hz dan dilengkapi eyetracker dengan kecepatan yang sama, bahkan untuk tahun 2010 ini konon eyetracker yang dibenamkan mempunyai kecepatan lebih cepat lagi ditas 1 KHz, artinya kemanapun mata bergerak akan di deteksi oleh mesin pelacak ini, sehingga salah tembak bisa dihindarkan. Ini penting karena ternyata tidak semua mata bisa fiksasi diam sejenak, banyak sekali yang selama tindakan mata bergulir ke sana kemari.
Mesin ini biasanya sudah satupaket dengan alat pemeriksaan prelasiknya seperti gambar diatas dan software yang terintegrasi sehingga semua data yang didapat diolah dan di kirim ke mesin untuk menentukan berapa laser yang diperlukan dan bagaimana polanya.
Disamping itu mesin ini di lengkapi Eye Registration pada pre lasik dan dilanjutkan eye recognation pada mesinnya sehingga bisa mendeteksi iris pupil dan limbus.
Mel 80 sudah di approve oleh FDA pada tahun 2006 dan sudah digunakan pada jutaan pasien di seluruh dunia.
Beberapa profile ablasi yang tersdia dalam mesin Mel 80 antara lain:
  • ASA – Abberation Smart Ablation, ini memungkinkan feature ablasi yang bisa menghilangkan abberasi pasca lasik yang banyak dijumpai pasca lasik seperti kelihatan silau dll.
  • Tissue Saving, ini memungkinkan kita bisa menghemat jaringan kornea kita dengan jumlah ablasi yang lebih kecil, untuk kornea kurang tebal sedangkan minusnya lumayan tinggi.
  • Topography Guided Lasik, ini merupakan profile yang diambil dari data pemeriksaan corneal topography. Di samping lebih hemat jaringan juga untuk kornea dengan tingkat irregularitas tinggi atau dengan astigmat kornea yang tinggi
  • Wavefront Lasik, ini di gunakan jika pasien berindikasi mempunyai High order Abberation, dimana keluhan penglihatannya tidak bisa tajam.
Jenis ablasi yang digunakan adalah lasik dan PRK atau Epilasik. Lasik dengan flap tebal 140/110 mikron dan epilasik dengan tebal flap 60-100 dan biasanya di buang flapnya.
Beberapa keunggulan lainnya dari mesin Mel-80 dari Carl Zeiss :
  • Mesin lasik Mel-80 Carl Zeiss adalah buatan Jerman (Jerman terkenal unggul dalam hal teknologi, bahkan kamera Sony dan HP Nokia pun menggunakan optik dari Carl Zeiss, padahal Jepang terkenal dengan standar kualitas yang sangat tinggi sebelum memilih merk/produk apa yang akan dipakai).
  • Mesin lasik yang berkecepatan sangat tinggi 250 hertz.
  • Memiliki eye-tracker (berfungsi untuk melacak gerakan mata) yang berkecepatan 250 hertz juga (sinkron dengan kecepatan mesin lasiknya).
  • Memiliki Gaussian beam 0.70 mm, yaitu jenis laser yang paling kecil sehingga permukaan mata yang dilaser akan lebih halus dan lebih cepat sembuh. Sedangkan Gaussian beam pada mesin lasik lainnya berkisar 1 s/d 4 mm sehingga permukaan mata yang dilaser akan lebih kasar.
  • Memiliki Iris recognition yang bisa mencegah resiko terjadinya kesalahan dalam pengenalan kornea mata serta mencegah adanya siklotorsi karena perbedaan data saat diagnostic (duduk) dan terapi (berbaring).
sumber : http://optikonline.info/2010/08/21/mesin-lasik-mel-80-carl-zeiss-jerman.html

 

Rabu, 27 Maret 2013

kamera Obscura

Perkembangan kamera obscura
 
Nah kali ini, kita akan membahas mengenai perkembangan kamera obscura. Berikut perkembangannya
*      Awanya
Istilah kamera obscura yang ditemukan al-Haitham pun diperkenalkan di Barat sekitar abad ke-16 M. Lima abad setelah penemuan kamera obscura, Cardano Geronimo (1501 -1576), yang terpengaruh pemikiran al-Haitham mulai mengganti lobang bidik lensa dengan lensa (camera).
*      dilanjutkan
Setelah itu,  penggunaan lensa pada kamera onscura juga dilakukan Giovanni Batista della Porta (1535–1615 M). Ada pula yang menyebutkan bahwa istilah kamera obscura yang ditemukan al-Haitham pertama kali diperkenalkan di Barat oleh Joseph Kepler (1571 – 1630 M). Kepler meningkatkan fungsi kamera itu dengan menggunakan lensa negatif di belakang lensa positif, sehingga dapat memperbesar proyeksi gambar (prinsip digunakan dalam dunia lensa foto jarak jauh modern).
*      Dilanjutkan menjadi kamera portable obscura
Setelah itu, Robert Boyle (1627-1691 M), mulai menyusun kamera yang berbentuk kecil, tanpa kabel, jenisnya kotak kamera obscura pada  1665 M.  Setelah 900 tahun dari penemuan al-Haitham pelat-pelat foto pertama kali digunakan secara permanen untuk menangkap gambar yang dihasilkan oleh kamera obscura. Foto permanen pertama diambil oleh Joseph Nicephore Niepce di Prancis pada 1827.
*      Dikembangkan kembali
Tahun 1855, Roger Fenton menggunakan plat kaca negatif untuk mengambil gambar dari tentara Inggris selama Perang Crimean. Dia mengembangkan plat-plat dalam perjalanan kamar gelapnya – yang dikonversi gerbong. Tahun 1888, George Eastman mengembangkan prinsip kerja kamera obscura ciptaan al-Hitham dengan baik sekali. Eastman menciptakan kamera kodak. Sejak itulah, kamera terus berubah mengikuti perkembangan teknologi.
Sebuah versi kamera obscura digunakan dalam Perang Dunia I untuk melihat pesawat terbang dan pengukuran kinerja. Pada Perang Dunia  II kamera obscura juga digunakan untuk memeriksa keakuratan navigasi perangkat radio.
Memasuki abad ke-20, penemuan di bidang kamera terus berlanjut. Begitulah penciptaan kamera obscura yang dicapai al-Haitham mampu mengubah peradaban dunia.
Peradaban dunia modern tentu sangat berutang budi kepada ahli fisika Muslim yang lahir di Kota Basrah, Irak. Al-Haitham selama hidupnya telah menulis lebih dari 200 karya ilmiah. Semua didedikasikannya untuk kemajuan peradaban manusia.  Sayangnya, umat Muslim lebih terpesona pada pencapaian teknologi Barat, sehingga kurang menghargai dan mengapresiasi pencapaian ilmuwan Muslim di era kejayaan Islam.
        


Daftar pustaka
http://pengetahuan-oemum.blogspot.com/2010/08/kamera-obscura-cikal-bakal-kamera.htm