Minggu, 25 April 2021

Lensa Kontak Orthokeratologi

Orthokeratologi / Ortho-K merupakan suatau prosedur pemakain lensa kontak yang bertujuan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan kelainan refraksi dengan cara mengubah bentuk kornea mata.
Metode ini sudah diperkenalkan sejak tahun 1960-an dan terus mengalami perkembangan sampai saat ini, hanya saja di Indonesia metode ini jarang diterapkan, sehingga wajar kalau kita juga jarang atau bahkan belum pernah mendengarnya.
Ooo..jadi metode ini menggunkan lensa kontak to?? Pasti muncul banyak pertanyaan di benak rekan-rekan misalnya indikasi dan kontra indikasinya? Lensa kontak seperti apakah yang di gunakan dalam metode ini?? Bagaimana fittingnya?? Bagaimana cara kerjanya …dsb…dsb..
Nah, mari kita lihat satu
online pharmacy cialis
persatu jawaban akan pertanyaan-pertanyaan tersebut.
1. Indikasi dan Kontra indikasi
  • Indikasi                                                                                                                              Metode ini sangat cocok diterapkan pada mereka yang memiliki myopia rendah sampai sedang yaitu -1.00 s.d -6.00D, astigmat rendah kurang dari -2.00D dan cocok juga untuk anak-anak serta remaja dimana metode ini berfungsi sebagai Myopia control.
  • Kontra Indikasi
Orang dengan infeksi dan inflamasi pada segmen anterior mata. Mereka yang memiliki penyakit mata yang dapat mempengaruhi kornea, konjungtiva dan kelopak mata. Mereka yang memiliki mata kering. Mereka yang memiliki corneal hypoesthesia / penurunan sensitivitas kornea.
2. Cara Kerja Lensa Kontak Orthokeratologi
Desain lensa orthokeratologi dikenal dengan nama ”reverse geometri / reverse zone” dimana fitting lensanya adalah flat pada bagian sentralnya. Fitting ini bertujuan untuk menghasilkan tekanan pada sentral kornea sehingga dapat membentuk kembali atau meredistribusi lapisan kornea. Lensa kontak tersebut akan menghasilkan perubahan pada kelengkungan kornea bagian anterior. Perubahan ini terjadi karena adanya penipisan pada epitel sentral kornea dan penebalan pada storma midpheriper. Ini akan menghasilkan pengurangan pada sagital kornea dan terjadilah pengurangan pada power myopia-nya. Pada orthokeratologi tidak terjadi perubahan kelengkungan kornea posterior. Besarnya lapisan kornea yang mengalami perubahan dapat dihitung dengann menggunakan formula Munnerlyn’s seperti berikut:
S = td² X D/3
Dimana:
S          : perubahan sagita kornea (micron)
td²        : diameter zona treatment (mm)
D         : perubahan refraksi yang diinginkan.
3.  Jenis Lensa Kontak Dalam Orthokeratologi
Lensa kontak Orthokeratologi memiliki dua jenis yaitu Daywear Orthokeratologi dan Nightwear Orthokeratologi. Berikut penjelasannya
a. Daywear Orthokeratologi
Lensa kontak ini dipakai pertama kali saat metode ini baru diperkenalkan.
Pemakaiannya sama seperti lensa kontak pada umumnya yaitu pada siang hari, hanya saja desain lensanya yang berbeda yaitu spheris, aspheris dan reverse geometri komplek.
  • Keuntungan Daywear Orthokeratologi
-         Nyaman dan mudah dalam penggunaan
-         Cocok untuk mereka yang menginginkan perbaikan tajam penglihatan     tanpa koreksi hanya untuk beberapa jam saja misalnya saat berolahraga atau saat melakukan kegiatan sehari-hari pada malam hari
-         Tingkat keamanan tinggi
  • Kerugian Daywear Orthokeratologi
-         penurunan kelainan refraksi lebih lama dibandingkan dengan yang nightwear orthokeratologi
-         hasilnya tidak seefektif nightwear, karena lensa ini hanya memberikan perbaikan tajam penglihatan tanpa koreksi pada penderita myopia dibawah -2.00D
-         Jika pada saat pemakaian sering terjadi desentrasi maka pasien akan mengalami flare atau ghosting
-         Kesulitan sentrasi lensa yang mempengaruhi kecepatan penurunan refraksi
b.    Nightwear  Orthokeratologi
Desain lensa yang digunakan adalah reverse geomatri. Lensa kontaknya dipakai pada malam hari yaitu pada saat tidur.
  • Keuntungan Nightwear Orthokeratologi
-         Pasien dapat menggunakan matanya seharian tanpa koreksi lensa kontak atau kacamata.
-         Lensa hanya digunakan pada malam hari terutama saat tidur sehingga tidak terpengaruh oleh kondisi lingkungan seperti debu, angin, sinar matahari dan udara kering.
-         Proses penurunan kelainan refraksinya cepat dan aman.
-         Terapi ini mudah dilakukan dengan hasil yang lebih efektif dan efisien dibandingakn dengan lensa daywear.
-         Dapat dipakai pada anak-anak dengan tingkat komplikasi rendah.
  • Kerugian Nightwear Orthokeratologi
-         Pada beberapa kasus bentuk kornea, struktur kelopak mata dan kebiasaan tidur menyebabkan sentrasi lensa kurang baik. Ini akan menimbulkan flare atau ghosting saat lensa dilepas.
-         Lensa dapat menempel pada kornea karena desain lensanya dibuat tidak bergerak sehingga akan menimbulkan kesulitan saat akan melepas lensa kontak keesokan harinya.
-         Nightwear mempunyai sistem semi-statik (bentuk tidak bergerak sehingga memerlukan bahan dengan Dk tinggi tidak boleh kurang dari 60.
4. Bahan Lensa Kontak Orthokeratologi
Pada saat metode ini pertama kali diperkenalkan bahan yang digunakan adalah:
  • PMMA (polymethilmetaacrylate) dengan spesifikasi sebagai berikut:
-         dapat dimodifikasi dan dipoles
-         pemeliharaannya mudah tidak perlu direndam dalam larutan
-         kaku/ keras
-         daya pembasahan kurang
-         mengandung 0.5% air ketika dibahasi
-         Dk hampir 0
-         sudut kontak 60°-70°
-         menyebabkan spectacle blur
-         menyebabkan polymegatism (perubahan pada sel endotel kornea)
-         menyebabkan hypoxia
Karena banyak menimbulkan komplikasi maka kemudian bahan ini diganti dengan bahan lain.
  • RGP (rigid gas permeable)
Bahan RGP yang digunakan dalam orthokeratologi memilik Dk yang tinggi untuk menghindari komplikasi pada mata pemakai. Bahan RGP yang memiliki Dk yang tinggi seperti:
1. Flour Siloxane Acrylate (FSA) dengan karekteristi sbb:
-         Dknya tinggi sekitar 400-100
-         Daya tahan terhadap deposit tinggi
-         Mudah tergores
2. Perflouroether merupakan gabungan dari flouanne, oksigen, karbon,   hydrogen dengan karakteristi sbb:
-         Dk lebih dari 90
-         Dapat digunakan untuk extended wear
-         Sangat lentur
-         Muatan ion pada permukaannya netral
-         Indeks bias rendah
-         Biaya pembuatan tinggi
-         Lensa lentur sehingga mengurangi daya koreksi

Desain Lensa Kontak Orthokeratologi

Lensa kontak orthokeratologi memiliki desain yang dikenal dengan “reverse geometri / reverse zone”. Desain ini dikembangkan pada tahun 1980-an oleh Dr. Richard Wlodyga dan dibuat oleh Mr. Nick Stoyan. Pada saat ini banyak sekali pabrik lensa kontak yang membuat lensa kontak orthokeratologi dengan desain dan merk yang berbeda-beda tetapi pada dasarnya semuanya adalah variasi dari desain “reverse geometri”.

Disini saya akan menulis desain lensa kontak orthokeratologi secara umum, tidak menggunakan desain dari merk tertentu.
Desain lensa kontak orthokeratologi tidak sama dengan desain lensa kontak RGP pada umumnya yaitu multicurve dimana steep pada bagian sentral dan semakin flat mendekati peripher.
Desain lensa kontak orthokeratologi dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
Desain Lensa Reverse Geometry
Dari gambar tersebut dapat dilihat desain lensa kontak orthokeratologi terdiri dari
  1. a. dan 2. a. Base curve/ apical zone
1. b. dan 2. b. Reverse curve
  1. c. dan 2. c. Peripher curve
Lensa reverse geometri dibuat dengan kedua curve (reverse curve dan alignment curve) lebih steep dari pada base curvenya, dengan tujuan :
  1. untuk menunjukan ruang gerak kornea bila pusat kornea sudah menjadi flat.
  2. untuk membantu sentrasi lensa
  3. untuk membantu sirkulasi air mata
Berikut penjelasan masing-masing bagian dari desain lensa kontak orthokeratologi
1. Base Curve
Daerah base curve diharapkan dapat menimbulkan perubahan pada kornea yaitu membuat kornea menjadi lebih flat dari sebelumnya, karena base curve ini merupakan daerah yang bersentuhan langsung dengan sentral kornea. Oleh karena itu base curve harus dapat menahan pertumbuhan kornea yang akan berakibat semakin tingginya power myopia. Biasanya radius base curve lebih flat dari pada flat K hasil keratometry kornea pasien, dengan nilai 0.50D- 0.75D lebih besar dari perubahan refraksi yang diinginkan. Misalnya pasien dengan kelainan refraksi myopia -3.00D base curve yang dipilih adalah 3.50D – 3.75D flatter than K, hasil power lensa akan menjadi +0.50D – +0.75D ( untuk penghitungan yang lebih mendetail dan lebih jelas akan dibahas sesion berikutnya yah… di Fitting Lensa Kontak Orthokeratologi..)
Untuk diameter base curve lensa kontak orthokeratologi berbeda-beda antara merk yang satu dengan yang lain tetapi biasanya diameter yang digunakan adalah 6.0mm.
2. Reverse Curve
Reverse curve mempunyai dua fungsi penting, pertama bagian ini merupakan penghubung antara base curve dan alignment curve tanpa mengganggu fungsi dari base curve. Fungsi kedua yaitu melalui reverse curve ini epitel pusat kornea dibentuk kembali. Reverse curve mempunyai ukuran dan kedalam yang berbeda-beda antara merk yang satu dengan yang lain tetapi yang terpenting adalah reverse curve harus lebih steep dari base curve.
3. Alignment Curve
Bagian ini merupakan bagian yang menghubungkan antara Reverse Curve dan Peripher Curve. Alignment curve berfungsi menahan lensa agar tetap di sentral kornea selain itu bagian ini juga berfungsi untuk mengontrol pergerakan dan posisi lensa. Perubahan pada bagian ini meskipun kecil akan berpengaruruh besar terhadap sentrasi lensa yang dapat mempengaruhi hasil dari terapi orthokeratologi.
4. Peripher Curve
Peripher curve pada lensa reverse geometri dibuat dengan tujuan yang sama seperti pada desain lensa RGP standar yaitu untuk membantu sirkulasi air mata. Peripher curve ini biasanya memiliki lebar 0.4mm dengan radius kira-kira 10.00mm s.d 12.00mm.
Tetapi
generic cialis
ada desain lensa orthokeratologi yang sedikit berbeda dengan desain reverse geometri. Lensa ini dibuat oleh Paragon Vision Sciences dimana reverse curvenya di sebut return zone dengan bentuk sigmoidal. Lebar return zone-nya tetap tetapi kedalaman sigmoidalnya yang berbeda-beda sesuai dengan perubahan fitting lensa. Sedangkan alignment zone nya disebut landing zone yang dipasang menyentuh midperipher kornea dan berfungsi untuk membantu sentrasi lensa. Metodenya biasanya dikenal dengan nama Corneal Refraktive Therapy.
Nah..rekan-rekan sekian dulu yah penjelasan mengenai desain lensa kontak orthokeratologi. Jika rekan-rekan ada informasi tambahan silahkan yah..monggo di share ilmunya biar kita sama-sama pinternya..heheheh..
Sumber :www.clspectrum.com dan www.paragoncrt.com
http://optikonline.info/2010/08/27/desain-lensa-kontak-orthokeratologi.html

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar