Orthokeratologi / Ortho-K merupakan suatau prosedur pemakain lensa
kontak yang bertujuan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan
kelainan refraksi dengan cara mengubah bentuk kornea mata.
Metode ini sudah diperkenalkan sejak tahun 1960-an dan terus
mengalami perkembangan sampai saat ini, hanya saja di Indonesia metode
ini jarang diterapkan, sehingga wajar kalau kita juga jarang atau bahkan
belum pernah mendengarnya.
Ooo..jadi metode ini menggunkan lensa kontak to?? Pasti muncul banyak
pertanyaan di benak rekan-rekan misalnya indikasi dan kontra
indikasinya? Lensa kontak seperti apakah yang di gunakan dalam metode
ini?? Bagaimana fittingnya?? Bagaimana cara kerjanya …dsb…dsb..
Nah, mari kita lihat satu
online pharmacy cialis
persatu jawaban akan pertanyaan-pertanyaan tersebut.
1. Indikasi dan Kontra indikasi- Indikasi Metode ini sangat cocok diterapkan pada mereka yang memiliki myopia rendah sampai sedang yaitu -1.00 s.d -6.00D, astigmat rendah kurang dari -2.00D dan cocok juga untuk anak-anak serta remaja dimana metode ini berfungsi sebagai Myopia control.
- Kontra Indikasi
Orang dengan infeksi dan inflamasi pada
segmen anterior mata. Mereka yang memiliki penyakit mata yang dapat
mempengaruhi kornea, konjungtiva dan kelopak mata. Mereka yang memiliki
mata kering. Mereka yang memiliki corneal hypoesthesia / penurunan sensitivitas kornea.
2. Cara Kerja Lensa Kontak Orthokeratologi
Desain lensa orthokeratologi dikenal dengan nama ”reverse geometri /
reverse zone” dimana fitting lensanya adalah flat pada bagian
sentralnya. Fitting ini bertujuan untuk menghasilkan tekanan pada
sentral kornea sehingga dapat membentuk kembali atau meredistribusi
lapisan kornea. Lensa kontak tersebut akan menghasilkan perubahan pada
kelengkungan kornea bagian anterior. Perubahan ini terjadi karena adanya
penipisan pada epitel sentral kornea dan penebalan pada storma
midpheriper. Ini akan menghasilkan pengurangan pada sagital kornea dan
terjadilah pengurangan pada power myopia-nya. Pada orthokeratologi tidak
terjadi perubahan kelengkungan kornea posterior. Besarnya lapisan
kornea yang mengalami perubahan dapat dihitung dengann menggunakan
formula Munnerlyn’s seperti berikut:
S = td² X D/3
Dimana:
S : perubahan sagita kornea (micron)
td² : diameter zona treatment (mm)
D : perubahan refraksi yang diinginkan.
3. Jenis Lensa Kontak Dalam Orthokeratologi
Lensa kontak Orthokeratologi memiliki dua jenis yaitu Daywear
Orthokeratologi dan Nightwear Orthokeratologi. Berikut penjelasannya
a. Daywear Orthokeratologi
Lensa kontak ini dipakai pertama kali saat metode ini baru diperkenalkan.
Pemakaiannya sama seperti lensa kontak pada umumnya yaitu pada siang
hari, hanya saja desain lensanya yang berbeda yaitu spheris, aspheris
dan reverse geometri komplek.
- Keuntungan Daywear Orthokeratologi
- Nyaman dan mudah dalam penggunaan
- Cocok untuk mereka yang menginginkan perbaikan tajam
penglihatan tanpa koreksi hanya untuk beberapa jam saja misalnya
saat berolahraga atau saat melakukan kegiatan sehari-hari pada malam
hari
- Tingkat keamanan tinggi
- Kerugian Daywear Orthokeratologi
- penurunan kelainan refraksi lebih lama dibandingkan dengan yang nightwear orthokeratologi
- hasilnya tidak seefektif nightwear, karena lensa ini hanya
memberikan perbaikan tajam penglihatan tanpa koreksi pada penderita
myopia dibawah -2.00D
- Jika pada saat pemakaian sering terjadi desentrasi maka pasien akan mengalami flare atau ghosting
- Kesulitan sentrasi lensa yang mempengaruhi kecepatan penurunan refraksi
b. Nightwear Orthokeratologi
Desain lensa yang digunakan adalah reverse geomatri. Lensa kontaknya dipakai pada malam hari yaitu pada saat tidur.
- Keuntungan Nightwear Orthokeratologi
- Pasien dapat menggunakan matanya seharian tanpa koreksi lensa kontak atau kacamata.
- Lensa hanya digunakan pada malam hari terutama saat tidur
sehingga tidak terpengaruh oleh kondisi lingkungan seperti debu, angin,
sinar matahari dan udara kering.
- Proses penurunan kelainan refraksinya cepat dan aman.
- Terapi ini mudah dilakukan dengan hasil yang lebih efektif dan efisien dibandingakn dengan lensa daywear.
- Dapat dipakai pada anak-anak dengan tingkat komplikasi rendah.
- Kerugian Nightwear Orthokeratologi
- Pada beberapa kasus bentuk kornea, struktur kelopak mata
dan kebiasaan tidur menyebabkan sentrasi lensa kurang baik. Ini akan
menimbulkan flare atau ghosting saat lensa dilepas.
- Lensa dapat menempel pada kornea karena desain lensanya
dibuat tidak bergerak sehingga akan menimbulkan kesulitan saat akan
melepas lensa kontak keesokan harinya.
- Nightwear mempunyai sistem semi-statik (bentuk tidak
bergerak sehingga memerlukan bahan dengan Dk tinggi tidak boleh kurang
dari 60.
4. Bahan Lensa Kontak Orthokeratologi
Pada saat metode ini pertama kali diperkenalkan bahan yang digunakan adalah:
- PMMA (polymethilmetaacrylate) dengan spesifikasi sebagai berikut:
- dapat dimodifikasi dan dipoles
- pemeliharaannya mudah tidak perlu direndam dalam larutan
- kaku/ keras
- daya pembasahan kurang
- mengandung 0.5% air ketika dibahasi
- Dk hampir 0
- sudut kontak 60°-70°
- menyebabkan spectacle blur
- menyebabkan polymegatism (perubahan pada sel endotel kornea)
- menyebabkan hypoxia
Karena banyak menimbulkan komplikasi maka kemudian bahan ini diganti dengan bahan lain.
- RGP (rigid gas permeable)
Bahan RGP yang digunakan dalam orthokeratologi memilik Dk yang tinggi
untuk menghindari komplikasi pada mata pemakai. Bahan RGP yang memiliki
Dk yang tinggi seperti:
1. Flour Siloxane Acrylate (FSA) dengan karekteristi sbb:
- Dknya tinggi sekitar 400-100
- Daya tahan terhadap deposit tinggi
- Mudah tergores
2. Perflouroether merupakan gabungan dari flouanne, oksigen, karbon, hydrogen dengan karakteristi sbb:
- Dk lebih dari 90
- Dapat digunakan untuk extended wear
- Sangat lentur
- Muatan ion pada permukaannya netral
- Indeks bias rendah
- Biaya pembuatan tinggi
- Lensa lentur sehingga mengurangi daya koreksi
Desain Lensa Kontak Orthokeratologi
Lensa kontak orthokeratologi memiliki desain yang dikenal dengan
“reverse geometri / reverse zone”. Desain ini dikembangkan pada tahun
1980-an oleh Dr. Richard Wlodyga dan dibuat oleh Mr. Nick Stoyan. Pada
saat ini banyak sekali pabrik lensa kontak yang membuat lensa kontak
orthokeratologi dengan desain dan merk yang berbeda-beda tetapi pada
dasarnya semuanya adalah variasi dari desain “reverse geometri”.
Disini saya akan menulis desain lensa kontak orthokeratologi secara umum, tidak menggunakan desain dari merk tertentu.
Disini saya akan menulis desain lensa kontak orthokeratologi secara umum, tidak menggunakan desain dari merk tertentu.
Desain lensa kontak orthokeratologi tidak sama dengan desain lensa
kontak RGP pada umumnya yaitu multicurve dimana steep pada bagian
sentral dan semakin flat mendekati peripher.
Desain lensa kontak orthokeratologi dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
Dari gambar tersebut dapat dilihat desain lensa kontak orthokeratologi terdiri dari
- a. dan 2. a. Base curve/ apical zone
1. b. dan 2. b. Reverse curve
- c. dan 2. c. Peripher curve
Lensa reverse geometri dibuat dengan kedua curve (reverse curve dan
alignment curve) lebih steep dari pada base curvenya, dengan tujuan :
- untuk menunjukan ruang gerak kornea bila pusat kornea sudah menjadi flat.
- untuk membantu sentrasi lensa
- untuk membantu sirkulasi air mata
Berikut penjelasan masing-masing bagian dari desain lensa kontak orthokeratologi
1. Base Curve
Daerah base curve diharapkan dapat menimbulkan perubahan pada kornea
yaitu membuat kornea menjadi lebih flat dari sebelumnya, karena base
curve ini merupakan daerah yang bersentuhan langsung dengan sentral
kornea. Oleh karena itu base curve harus dapat menahan pertumbuhan
kornea yang akan berakibat semakin tingginya power myopia. Biasanya
radius base curve lebih flat dari pada flat K hasil keratometry kornea
pasien, dengan nilai 0.50D- 0.75D lebih besar dari perubahan refraksi
yang diinginkan. Misalnya pasien dengan kelainan refraksi myopia -3.00D
base curve yang dipilih adalah 3.50D – 3.75D flatter than K, hasil power
lensa akan menjadi +0.50D – +0.75D ( untuk penghitungan yang lebih
mendetail dan lebih jelas akan dibahas sesion berikutnya yah… di Fitting
Lensa Kontak Orthokeratologi..)
Untuk diameter base curve lensa kontak orthokeratologi berbeda-beda
antara merk yang satu dengan yang lain tetapi biasanya diameter yang
digunakan adalah 6.0mm.
2. Reverse Curve
Reverse curve mempunyai dua fungsi penting, pertama bagian ini
merupakan penghubung antara base curve dan alignment curve tanpa
mengganggu fungsi dari base curve. Fungsi kedua yaitu melalui reverse
curve ini epitel pusat kornea dibentuk kembali. Reverse curve mempunyai
ukuran dan kedalam yang berbeda-beda antara merk yang satu dengan yang
lain tetapi yang terpenting adalah reverse curve harus lebih steep dari
base curve.
3. Alignment Curve
Bagian ini merupakan bagian yang menghubungkan antara Reverse Curve
dan Peripher Curve. Alignment curve berfungsi menahan lensa agar tetap
di sentral kornea selain itu bagian ini juga berfungsi untuk mengontrol
pergerakan dan posisi lensa. Perubahan pada bagian ini meskipun kecil
akan berpengaruruh besar terhadap sentrasi lensa yang dapat mempengaruhi
hasil dari terapi orthokeratologi.
4. Peripher Curve
Peripher curve pada lensa reverse geometri dibuat dengan tujuan yang
sama seperti pada desain lensa RGP standar yaitu untuk membantu
sirkulasi air mata. Peripher curve ini biasanya memiliki lebar 0.4mm
dengan radius kira-kira 10.00mm s.d 12.00mm.
Tetapi
generic cialis
ada desain lensa orthokeratologi yang sedikit berbeda dengan desain
reverse geometri. Lensa ini dibuat oleh Paragon Vision Sciences dimana
reverse curvenya di sebut return zone dengan bentuk sigmoidal. Lebar
return zone-nya tetap tetapi kedalaman sigmoidalnya yang berbeda-beda
sesuai dengan perubahan fitting lensa. Sedangkan alignment zone nya
disebut landing zone yang dipasang menyentuh midperipher kornea dan
berfungsi untuk membantu sentrasi lensa. Metodenya biasanya dikenal
dengan nama Corneal Refraktive Therapy.
Nah..rekan-rekan sekian dulu yah penjelasan mengenai desain lensa
kontak orthokeratologi. Jika rekan-rekan ada informasi tambahan silahkan
yah..monggo di share ilmunya biar kita sama-sama pinternya..heheheh..
Sumber :www.clspectrum.com dan www.paragoncrt.com
http://optikonline.info/2010/08/27/desain-lensa-kontak-orthokeratologi.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar