Sabtu, 10 Maret 2018

Abu Ali Hasan Ibnu al-Haitham

Biografi
Abu Ali Hasan Ibnu al-Haitham merupakan  salah satu fisikawan paling terkemuka dengan  kontribusi dalam bidang optik dan metode ilmiah. al-Haitham lahir di 965 AD di Bashrah. kalangan cerdik pandai di Barat, dengan nama Alhazen, ia adalah seorang ilmuwan Islam yang ahli dalam bidang sains, falak, matematika, geometri, pengobatan, dan filsafat.
Surat kabar terkemuka di Inggris, The Independent pada edisi 11 Maret 2006 sempat menurunkan sebuah artikel yang sangat menarik bertajuk ”Bagaimana para inventor muslim mengubah dunia.”The Independent" 20 penemuan penting para ilmuwan Muslim menyebut sekitar yang mampu mengubah peradaban umat manusia, salah satunya adalah penciptaan kamera obscura.
*      Perjalanan Al Haitham
Sejak kecil al-Haitham dikenal berotak encer. Ia menempuh pendidikan pertamanya di tanah kelahirannya. Beranjak dewasa ia merintis kariernya sebagai pegawai pemerintah di Basrah. Namun, Al-Haitham lebih tertarik untuk menimba ilmu dari pada menjadi pegawai pemerintah. Setelah itu, ia merantau ke Ahwaz dan metropolis intelektual dunia saat itu yakni kota Baghdad. Di kedua kota itu ia menimba beragam ilmu. Ghirah keilmuannya yang tinggi membawanya terdampar hingga ke Mesir, Al-Haitham pun sempat mengenyam pendidikan di Universitas al-Azhar yang didirikan Kekhalifahan Fatimiyah. Setelah itu, secara otodidak, ia mempelajari hingga menguasai beragam disiplin ilmu seperti ilmu falak, matematika, geometri, pengobatan, fisika, dan filsafat.
Secara serius dia mengkaji dan mempelajari seluk-beluk ilmu optik. Beragam teori tentang ilmu optik telah dilahirkan dan dicetuskannya. Dialah orang pertama yang menulis dan menemukan pelbagai data penting mengenai cahaya. Konon, dia telah menulis tak kurang dari 200 judul buku.


Dalam salah satu kitab yang ditulisnya, Alhazen – begitu dunia Barat menyebutnya – juga menjelaskan tentang ragam cahaya yang muncul saat matahari terbenam. Ia pun mencetuskan teori tentang berbagai macam fenomena fisik seperti bayangan, gerhana, dan juga pelangi
Keberhasilan lainnya yang terbilang fenomenal adalah kemampuannya menggambarkan indra penglihatan manusia secara detail. Tak heran, jika ‘Bapak Optik’ dunia itu mampu memecahkan rekor sebagai orang pertama yang menggambarkan seluruh detil bagian indra pengelihatan manusia. Hebatnya lagi, ia mampu menjelaskan secara ilmiah proses bagaimana manusia bisa melihat. ia telah dianggap sebagai bapak optik modern Terjemahan Latin dari karya utamanya, Kitab-al-Manazir yang diterjemahkan dalam bahasa latin telah memberikan pengaruh besar pada ilmu pengetahuan Barat misalnya Ia banyak pula melakukan penyelidikan mengenai cahaya, dan telah memberikan ilham kepada ahli sains barat seperti Boger, Bacon, dan Kepler dalam menciptakan mikroskop serta teleskop.
*      Teori dan penemuan Al Haitham yang fenomenal
Begitu banyak kontribusi yang diberikan al haitham dalam bidang optik maupun metode ilmiah, baik berupa teori maupun penemuan. Beberapa teori dan temuan yang membuat al haitham dikenal secara meluas baik di dunai timur maupun barat yaitu teorinya mengenai penglihatan, senja, lensa pembesar dll dan temuannya kamera obscura
Ø   Teori Penglihatan
Teori  penglihatan yang diajukan dua ilmuwan Yunani, Ptolemy dan Euclid. Kedua ilmuwan ini menyatakan bahwa manusia bisa melihat karena ada cahaya keluar dari mata yang mengenai objek. Berbeda dengan keduanya, Ibnu Haitham mengoreksi teori ini dengan menyatakan bahwa justru objek yang dilihatlah yang mengeluarkan cahaya yang kemudian ditangkap mata sehingga bisa terlihat. Secara detail, Al-Haitham pun menjelaskan sistem penglihatan mulai dari kinerja syaraf di otak hingga kinerja mata itu sendiri. Ia juga menjelaskan secara detil bagian dan fungsi mata seperti konjungtiva, iris, kornea, lensa, dan menjelaskan peranan masing-masing terhadap penglihatan manusia. Hasil penelitian Al-Haitham itu lalu dikembangkan Ibnu Firnas di Spanyol dengan membuat kaca mata.
Ø   Teori Senja
Dalam buku lainnya yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris berjudul Light On Twilight Phenomena, al-Haitham membahas mengenai senja dan lingkaran cahaya di sekitar bulan dan matahari serta bayang-bayang dan gerhana. Menurut Al-Haitham, cahaya fajar bermula apabila matahari berada di garis 19 derajat ufuk timur. Warna merah pada senja akan hilang apabila matahari berada di garis 19 derajat ufuk barat. Ia pun menghasilkan kedudukan cahaya seperti bias cahaya dan pembalikan cahaya.
Ø   Teori Lensa Pembesar
Al-Haitham juga mencetuskan teori lensa pembesar. Beliau melakukan percobaan terhadap kaca yang dibakar dan dari situ terhasillah teori lensa pembesar. Teori itu digunakan para saintis di Italia untuk menghasilkan kaca pembesar pertama di dunia.
Ø   Prinsip Volume Udara Dan Gaya Gravitasi
Yang lebih menakjubkan adalah Ibnu Haitham telah menemukan prinsip volume udara sebelum seorang ilmuwan yang bernama Trricella mengetahui hal itu 500 tahun kemudian. Ibnu Haitham juga menemukan keberadaan gaya gravitasi sebelum Issaac Newton mengetahuinya.
Ø   Teori Mengenai Jiwa Manusia
Selain itu, teori Ibnu Haitham mengenai jiwa manusia sebagai satu rentetan perasaan yang bersambung-sambung secara teratur telah memberikan ilham kepada ilmuwan barat untuk menghasilkan film. Teori beliau telah membawa kepada penemuan film yang kemudian disambung-sambung dan dimainkan kepada para penonton sebagaimana yang dapat kita tonton saat ini
Ø  Kamera Obscura
Itulah salah satu karya al-Haitham yang paling monumental. Penemuan yang sangat inspiratif itu berhasil dilakukan al-Haithan bersama Kamaluddin al-Farisi. Keduanya berhasil meneliti dan merekam fenomena kamera obscura. Penemuan itu berawal ketika keduanya mempelajari gerhana matahari. Untuk mempelajari fenomena gerhana, Al-Haitham membuat lubang kecil pada dinding yang memungkinkan Citra matahari semi nyata diproyeksikan melalui permukaan datar.

Kamis, 25 April 2013

Mesin Lasik : Mel 80 Carl Zeiss Jerman

Mesin Lasik : Mel 80 Carl Zeiss Jerman


Dunia kedokteran khususnya yang sebidang dengan kita yaitu mata berkembang sangat cepat dan pesat. Indonesia sendiri di tahun 1990 an mungkin baru ada 3 lasik atau sekitar itu lah, namun sekarang sudah menjamur mulai dan dari pulau sumatera dan jawa. Jakarta saja sudah ada 9 lasik center dan akan tambah lagi. Di Sumatera selain Medan juga Palembang kalau gak salah akan di install mesin baru. Bandung juga ada 3 lasik center, Semarang ada 1 lasik center sedang Surabaya ada 2 lasik center. Menyusul kabarnya di wilayah Kalimantan tepatnya di Samarinda juga akan ada 1 lasik center. Ada lagi yang belum di sebut… oh yaaa di Wilayah Kerawang ada juga 1 lasik center.

Pendek kata, walaupun harga mesin lasik nih.. dalam hitungan ‘M’ ternyata para pengusaha dan dokter sangat antusias untuk menerapkan teknologi tersebut.
Untuk saat ini populasi mesin lasik yang banyak adalah mesin Mel 80 dari Carl Zeiss Jerman. Untuk itu saya ingin tulis mesin ini sebagai pertama, disamping saya sendiri setiap saat bisa melihat atau menyentuh dan menekan tombolnya mesin ini dari dekat.
Di dunia optik/lensa, nama Carl Zeiss tentu tak asing lagi, sudah mulai berkibar di era 1800 an.  Dan pada tahun 1980 an sebagai perusahaan peroptikan/lensa yang sangat pioner. Banyak lensa designnya yang di pakai di bidang lain, seperti kamera, Handphone, mikroskop,  alat kedokteran dan sebagainya dan tentunya lensa untuk kacamata dan yang paling canggihnya adalah lensa yang ditempatkan di mesin lasiknya dimana dengan lensa ini laser bisa dikirim – ‘deliver’ untuk bisa menjadi energi yang bisa di pancarkan dan bisa mengoreksi atau menghilangkan kelainan refraksi seperti myopia, hypermetropia dan astigmatism.
Sejarah panjang sampai adanya Mel-80 dan sudah dilepas di pasar pada tahun 2003, sedang di Indonesia ada diakhir tahun 2005 sebagai launching pertamanya di Asia, bahkan di Singapore beberapa center masih menggunakan Mel versi sebelumnya.
Nama Mel dalam Mel 80 itu singkatan dari Meditec Eximer Laser, Meditec adalah nama perusahaan dan Mesin lasik memang menggunakan jenis Excimer Laser – Laser dingin.
Pertama kali Mel dengan seri 50, yaitu Mel 50 dan pertama kali di perkenalkan pada kongres di Roma 1986 dan dipergunakan/didesign untuk RK (Radial Keratotomy)
Kedua Mel 60 sudah dikembangkan dan dan digunakan untuk PRK (PhotoRefractive Keratectomy) ini untuk orang myopia. Sedangkan digunakan untuk LASIK – Laser in situ keratomileusis pada tahun 1990.
Ketiga Mel 70, ini diperkenalkan pada tahun 1997 dengan lengkap dan dengan kontrol laser tembak (flying spot) jadi lebih cepat, karena sekali tembak langsung banyak, menyebar.
CRS MasterDan terakhir (saat ditulis) adalah Mel 80, dimana sudah merupakan teknologi full function. Dengan kecepatan lasernya 250 Hz dan dilengkapi eyetracker dengan kecepatan yang sama, bahkan untuk tahun 2010 ini konon eyetracker yang dibenamkan mempunyai kecepatan lebih cepat lagi ditas 1 KHz, artinya kemanapun mata bergerak akan di deteksi oleh mesin pelacak ini, sehingga salah tembak bisa dihindarkan. Ini penting karena ternyata tidak semua mata bisa fiksasi diam sejenak, banyak sekali yang selama tindakan mata bergulir ke sana kemari.
Mesin ini biasanya sudah satupaket dengan alat pemeriksaan prelasiknya seperti gambar diatas dan software yang terintegrasi sehingga semua data yang didapat diolah dan di kirim ke mesin untuk menentukan berapa laser yang diperlukan dan bagaimana polanya.
Disamping itu mesin ini di lengkapi Eye Registration pada pre lasik dan dilanjutkan eye recognation pada mesinnya sehingga bisa mendeteksi iris pupil dan limbus.
Mel 80 sudah di approve oleh FDA pada tahun 2006 dan sudah digunakan pada jutaan pasien di seluruh dunia.
Beberapa profile ablasi yang tersdia dalam mesin Mel 80 antara lain:
  • ASA – Abberation Smart Ablation, ini memungkinkan feature ablasi yang bisa menghilangkan abberasi pasca lasik yang banyak dijumpai pasca lasik seperti kelihatan silau dll.
  • Tissue Saving, ini memungkinkan kita bisa menghemat jaringan kornea kita dengan jumlah ablasi yang lebih kecil, untuk kornea kurang tebal sedangkan minusnya lumayan tinggi.
  • Topography Guided Lasik, ini merupakan profile yang diambil dari data pemeriksaan corneal topography. Di samping lebih hemat jaringan juga untuk kornea dengan tingkat irregularitas tinggi atau dengan astigmat kornea yang tinggi
  • Wavefront Lasik, ini di gunakan jika pasien berindikasi mempunyai High order Abberation, dimana keluhan penglihatannya tidak bisa tajam.
Jenis ablasi yang digunakan adalah lasik dan PRK atau Epilasik. Lasik dengan flap tebal 140/110 mikron dan epilasik dengan tebal flap 60-100 dan biasanya di buang flapnya.
Beberapa keunggulan lainnya dari mesin Mel-80 dari Carl Zeiss :
  • Mesin lasik Mel-80 Carl Zeiss adalah buatan Jerman (Jerman terkenal unggul dalam hal teknologi, bahkan kamera Sony dan HP Nokia pun menggunakan optik dari Carl Zeiss, padahal Jepang terkenal dengan standar kualitas yang sangat tinggi sebelum memilih merk/produk apa yang akan dipakai).
  • Mesin lasik yang berkecepatan sangat tinggi 250 hertz.
  • Memiliki eye-tracker (berfungsi untuk melacak gerakan mata) yang berkecepatan 250 hertz juga (sinkron dengan kecepatan mesin lasiknya).
  • Memiliki Gaussian beam 0.70 mm, yaitu jenis laser yang paling kecil sehingga permukaan mata yang dilaser akan lebih halus dan lebih cepat sembuh. Sedangkan Gaussian beam pada mesin lasik lainnya berkisar 1 s/d 4 mm sehingga permukaan mata yang dilaser akan lebih kasar.
  • Memiliki Iris recognition yang bisa mencegah resiko terjadinya kesalahan dalam pengenalan kornea mata serta mencegah adanya siklotorsi karena perbedaan data saat diagnostic (duduk) dan terapi (berbaring).
sumber : http://optikonline.info/2010/08/21/mesin-lasik-mel-80-carl-zeiss-jerman.html

 

Rabu, 27 Maret 2013

kamera Obscura

Perkembangan kamera obscura
 
Nah kali ini, kita akan membahas mengenai perkembangan kamera obscura. Berikut perkembangannya
*      Awanya
Istilah kamera obscura yang ditemukan al-Haitham pun diperkenalkan di Barat sekitar abad ke-16 M. Lima abad setelah penemuan kamera obscura, Cardano Geronimo (1501 -1576), yang terpengaruh pemikiran al-Haitham mulai mengganti lobang bidik lensa dengan lensa (camera).
*      dilanjutkan
Setelah itu,  penggunaan lensa pada kamera onscura juga dilakukan Giovanni Batista della Porta (1535–1615 M). Ada pula yang menyebutkan bahwa istilah kamera obscura yang ditemukan al-Haitham pertama kali diperkenalkan di Barat oleh Joseph Kepler (1571 – 1630 M). Kepler meningkatkan fungsi kamera itu dengan menggunakan lensa negatif di belakang lensa positif, sehingga dapat memperbesar proyeksi gambar (prinsip digunakan dalam dunia lensa foto jarak jauh modern).
*      Dilanjutkan menjadi kamera portable obscura
Setelah itu, Robert Boyle (1627-1691 M), mulai menyusun kamera yang berbentuk kecil, tanpa kabel, jenisnya kotak kamera obscura pada  1665 M.  Setelah 900 tahun dari penemuan al-Haitham pelat-pelat foto pertama kali digunakan secara permanen untuk menangkap gambar yang dihasilkan oleh kamera obscura. Foto permanen pertama diambil oleh Joseph Nicephore Niepce di Prancis pada 1827.
*      Dikembangkan kembali
Tahun 1855, Roger Fenton menggunakan plat kaca negatif untuk mengambil gambar dari tentara Inggris selama Perang Crimean. Dia mengembangkan plat-plat dalam perjalanan kamar gelapnya – yang dikonversi gerbong. Tahun 1888, George Eastman mengembangkan prinsip kerja kamera obscura ciptaan al-Hitham dengan baik sekali. Eastman menciptakan kamera kodak. Sejak itulah, kamera terus berubah mengikuti perkembangan teknologi.
Sebuah versi kamera obscura digunakan dalam Perang Dunia I untuk melihat pesawat terbang dan pengukuran kinerja. Pada Perang Dunia  II kamera obscura juga digunakan untuk memeriksa keakuratan navigasi perangkat radio.
Memasuki abad ke-20, penemuan di bidang kamera terus berlanjut. Begitulah penciptaan kamera obscura yang dicapai al-Haitham mampu mengubah peradaban dunia.
Peradaban dunia modern tentu sangat berutang budi kepada ahli fisika Muslim yang lahir di Kota Basrah, Irak. Al-Haitham selama hidupnya telah menulis lebih dari 200 karya ilmiah. Semua didedikasikannya untuk kemajuan peradaban manusia.  Sayangnya, umat Muslim lebih terpesona pada pencapaian teknologi Barat, sehingga kurang menghargai dan mengapresiasi pencapaian ilmuwan Muslim di era kejayaan Islam.
        


Daftar pustaka
http://pengetahuan-oemum.blogspot.com/2010/08/kamera-obscura-cikal-bakal-kamera.htm